SELAMAT DATANG DI BLOG KAMI,MEDIA INFORMASI DAN PUBLIKASI KUA SRUMBUNG,TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGANYA

Kamis, 12 Maret 2026

CEGAH PERNIKAHAN DINI, PENYULUH KUA SRUMBUNG GELAR BRUS DI LIMA SEKOLAH SELAMA RAMADHAN


BRUS Penuluh KUA Srumbung


Srumbung,(13/3/26)Penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Srumbung melaksanakan kegiatan Bina Remaja Usia Sekolah (BRUS) selama bulan Ramadhan 2026 di sejumlah sekolah dan madrasah di wilayah Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan remaja dan safari Ramadhan penyuluh agama yang bertujuan membangun karakter generasi muda serta meningkatkan pemahaman siswa mengenai risiko pernikahan dini, motivasi belajar, dan pembinaan akhlak.

Program BRUS dilaksanakan di lima lembaga pendidikan, yaitu SMP IT Al Umar Ngargosoko, SMP Negeri 1 Srumbung, SMP Negeri 2 Srumbung, MTs Muhammadiyah Gejayan, dan MTs Ma’arif Tegalrandu. Kegiatan ini melibatkan tiga Penyuluh Agama Islam KUA Srumbung, yakni Siti Latifah, M. Najib Aulia Zaman, dan Martini, dengan jumlah peserta sekitar 1.500 siswa dari kelas VII hingga kelas IX.

Pelaksanaan kegiatan Bina Remaja Usia Sekolah (BRUS) di setiap sekolah berlangsung dengan menyesuaikan jadwal kegiatan Ramadhan masing-masing lembaga pendidikan. Beberapa sekolah melaksanakan kegiatan selama tiga hari dengan peserta bergantian dari setiap jenjang kelas, sementara di sekolah lain kegiatan dilaksanakan dalam satu hari.

Secara umum, kegiatan berjalan dengan tertib, lancar, dan mendapat respon positif dari pihak sekolah maupun para siswa.

Materi yang disampaikan dalam kegiatan BRUS antara lain:

  • Pencegahan pernikahan dini pada remaja
  • Motivasi belajar dan perencanaan masa depan
  • Pembinaan akhlak dan karakter pelajar

Materi tersebut disampaikan dengan pendekatan yang komunikatif dan mudah dipahami oleh pelajar tingkat SMP dan MTs.

Baca Juga : REMAJA KURANG MENGENAL SOSOK NABI, BIMBINGAN “JADILAH VERSI TERBAIKMU” JADI PENGINGAT BERHARGA

Kepala sekolah di salah satu lokasi kegiatan menyampaikan apresiasi atas partisipasi penyuluh agama dari KUA Srumbung dalam mengisi kegiatan Ramadhan di sekolah.

Menurutnya, program ini selaras dengan upaya sekolah dalam membangun karakter siswa.

“Kami sangat menyambut baik partisipasi dari KUA Srumbung dalam kegiatan Ramadhan di sekolah dan madrasah. Kegiatan ini selaras dengan tujuan pembinaan mental spiritual dan karakter anak, sekaligus memberikan pemahaman kepada siswa mengenai risiko pernikahan dini.”

Penyuluh KUA: BRUS Bagian dari Safari Ramadhan

Salah satu Penyuluh Agama Islam KUA Srumbung, Siti Latifah, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari Safari Ramadhan penyuluh agama ke sekolah-sekolah dan madrasah.

“Kegiatan Bina Remaja Usia Sekolah ini menjadi rangkaian Safari Ramadhan penyuluh agama Islam KUA Srumbung ke sekolah-sekolah dan madrasah. Tujuannya mengenalkan pentingnya membangun karakter siswa serta memberikan pemahaman tentang upaya pencegahan pernikahan dini yang akhir-akhir ini cukup marak terjadi,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, penyuluh berharap para pelajar memiliki kesadaran yang lebih baik dalam merencanakan masa depan dan menghindari perilaku yang dapat berdampak negatif pada kehidupan mereka.

Salah satu hal menarik dari kegiatan ini adalah tingginya antusiasme para siswa, meskipun kegiatan dilaksanakan di bulan Ramadhan.

Untuk menjaga suasana tetap interaktif, penyuluh tidak hanya menyampaikan materi dalam bentuk ceramah, tetapi juga menggunakan berbagai metode pembelajaran seperti: Ice breaking, Tanya jawab berhadiah, Diskusi kelompok

Metode ini membuat siswa merasa lebih terlibat dalam kegiatan dan tidak mudah merasa jenuh.

Program Bina Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang dilaksanakan oleh penyuluh agama KUA Srumbung dinilai sejalan dengan program pendidikan karakter di sekolah selama bulan Ramadhan, khususnya dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan, akhlak, dan tanggung jawab pada generasi muda.

Melalui kegiatan ini diharapkan para pelajar dapat meningkatkan kesadaran untuk melanjutkan pendidikan, memperkuat akhlak, serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik tanpa terjebak dalam praktik pernikahan dini.(Njb)

 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar