SELAMAT DATANG DI BLOG KAMI,MEDIA INFORMASI DAN PUBLIKASI KUA SRUMBUNG,TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGANYA

Senin, 21 Juli 2025

KAMPUNG MODERASI SRUMBUNG KUATKAN SEMANGAT DIGITAL DAN KEBERSAMAAN MELALUI BIMTEK EKONOMI

 


Srumbung, 22 Juli 2025 — Bertempat di Pendapa Wisata Gatak Waterbyur, Pucanganom, Srumbung, sebanyak 35 peserta mengikuti kegiatan bertajuk “Implementasi dan Penguatan Berbasis Lokasi Kampung Moderasi Beragama melalui Bimtek Ekonomi Digital”, hari ini (Selasa, 22/7/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Agama dalam memperkuat nilai-nilai moderasi beragama yang diintegrasikan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis digital.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Magelang, Dr. H. Hanif Hanani, Kasi Bimas Islam Kemenag Kab. Magelang, Fauzi Nurhadi, Ketua Pokjaluh Kemenag Magelang, Atok Rahman Hakim, Kepala KUA Srumbung, Mustaqim, S.H.I, serta Kepala Desa Pucanganom, Attabiq Amrulloh. Materi inti disampaikan oleh narasumber dari Disperinaker Kabupaten Magelang, Rina Susanti Nasution.

Kegiatan berlangsung lancar dengan susunan acara yang meliputi pembukaan, sambutan kepala desa, laporan kegiatan oleh Kasi Bimas, penyampaian materi dan praktik langsung, serta sesi tanya jawab. Acara ditutup dengan pembinaan dari Kakankemenag Kabupaten Magelang.

Dalam arahannya, Kakankemenag Dr. Hanif Hanani menyampaikan bahwa moderasi beragama tidak cukup hanya dipahami sebagai narasi toleransi, tapi harus menyentuh aspek yang lebih luas.

“Empat indikator utama moderasi beragama adalah komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, dan penghormatan terhadap tradisi. Kita ingin nilai-nilai ini tumbuh dari bawah, dari desa-desa yang damai seperti Pucanganom ini,” tegas Hanif.

Sementara itu, Kasi Bimas Islam, Fauzi Nurhadi, menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai media pengikat kebersamaan di tengah keragaman.

“Event ini menjadi ajang perekat persaudaraan antarumat, menjadi media menjalin ukhuwah yang harapannya membangkitkan semangat guyub rukun sesama manusia dan anak bangsa. Meski Srumbung relatif aman, kita tetap butuh mitigasi konflik sejak dini,” ujar Fauzi.

Sesi materi yang dibawakan oleh Rina Susanti Nasution dari Disperinaker berlangsung menarik dan aplikatif. Peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga langsung mempraktikkan pengenalan dunia ekonomi digital, seperti strategi pemasaran daring dan pemanfaatan media sosial untuk usaha.

“Dengan adanya Bimtek Ekonomi Digital ini, kami berharap peserta bisa lebih mengenal dunia digital dan memaksimalkan usahanya agar ekonomi keluarga juga semakin kuat,” terang Rina.

Kegiatan ini mendapat antusias tinggi dari peserta dan akan menjadi model kegiatan terpadu yang menggabungkan penguatan nilai keagamaan, sosial, dan ekonomi berbasis komunitas.



Kontributor : Martini
Editor         : M.Najib Aulia Zaman

Tidak ada komentar:

Posting Komentar