SELAMAT DATANG DI BLOG KAMI,MEDIA INFORMASI DAN PUBLIKASI KUA SRUMBUNG,TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGANYA

Jumat, 08 Agustus 2025

KUA SRUMBUNG BUKA STAND LAYANAN KEAGAMAAN DI KAMONGAN CULTURE FESTIVAL 2025

 

Srumbung (8/8/2025)–Semarak budaya dan kekayaan lokal kembali menggema di Desa Kamongan melalui gelaran Kamongan Culture Festival 2025 yang berlangsung selama tiga hari, Jumat–Minggu, 8–10 Agustus 2025. Bertempat di halaman SD Negeri 1 Kamongan, festival ini menyuguhkan berbagai pertunjukan budaya, bazar UMKM, talkshow edukatif, hingga layanan informasi publik, termasuk dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Srumbung.

Festival dibuka secara resmi oleh Camat Srumbung, Budi Riyanto, ditandai dengan kirab budaya yang menampilkan kelompok seni bergada dan gunungan hasil bumi dari seluruh dusun di Desa Kamongan. Rangkaian acara pembukaan dilanjutkan dengan sedekah bumi, yaitu prosesi pembagian hasil pertanian dan perkebunan kepada warga dalam suasana meriah dan penuh kebersamaan.

“Melihat antusiasme warga yang demikian luar biasa, menunjukkan bahwa masyarakat Kamongan benar-benar peduli terhadap kelestarian budaya dan mampu menunjukkan sikap guyub rukun. Ini bisa menjadi contoh desa lain dalam menjaga harmoni sosial dan budaya,”ungkap Camat Budi Riyanto dalam sambutannya.

Sebagai salah satu peserta, KUA Srumbung turut ambil bagian dalam festival melalui pembukaan stand layanan keagamaan, yang menyajikan informasi seputar pendaftaran nikah, pelayanan wakaf, sertifikasi halal, layanan haji, dan konsultasi layanan keagamaan lainnya. Stand ini menjadi magnet tersendiri bagi pengunjung, terutama generasi muda yang ingin memahami prosedur layanan nikah di KUA.

Tak hanya dari KUA, festival ini juga diikuti oleh berbagai instansi lain seperti Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) Resort Srumbung,Silva Garden, Kelompok PKK ,Tapak Werkudoro,Dolanan Bocah Borobudur, serta kelompok disabilitas Fodis yang turut membuka stand inklusif di area festival. Secara keseluruhan, terdapat 15 stand yang turut partisipasi meramaikan dalam kegiatan ini.

Ketua panitia, Nurudin, menjelaskan bahwa festival ini mengangkat tema “Golok Gilik, Nyawiji Dadi Siji”, yang bermakna menyatukan seluruh potensi masyarakat dalam satu semangat persatuan melalui kecintaan terhadap budaya dan seni lokal.

“Kami ingin menumbuhkan rasa cinta masyarakat terhadap budaya sendiri, dan lewat festival ini, kita wujudkan spirit persatuan yang konkret melalui kolaborasi warga dari berbagai unsur,” jelas Nurudin.

Selain kirab budaya dan sedekah bumi, acara festival juga diramaikan dengan pentas akustik, pertunjukan kroncong, tampilan seni dari masing-masing dusun, talkshow kelestarian hutan oleh TNGM, hingga malam puncak yang dimeriahkan pentas dangdut jadul dari OM Renansa.

Partisipasi aktif KUA Srumbung dalam acara ini menunjukkan peran aktif lembaga keagamaan dalam membangun relasi sosial dan literasi keagamaan masyarakat di ruang-ruang publik. Festival ini pun menjadi ruang kolaboratif yang harmonis antara institusi pemerintah, masyarakat, dan budaya.



Kontributor,editor : M.Najib Aulia Z.

Dokumentasi : Martini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar