SELAMAT DATANG DI BLOG KAMI,MEDIA INFORMASI DAN PUBLIKASI KUA SRUMBUNG,TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGANYA

Jumat, 27 September 2024

DINKES KABUPATEN MAGELANG BEKALI PENYULUH AGAMA CEGAH STUNTING

 

Magelang (27/9). Dalam upaya menekan angka stunting, Kementerian Agama Kabupaten Magelang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, hari ini (Jumat,27/9) mengadakan sosialisasi pencegahan stunting bagi para Penyuluh Agama Islam bertempat di ruang Oproom Kemenag.

Kegiatan ini diikuti seluruh Penyuluh Agama Islam baik PAIF maupun PPPK. Dalam sambutanya Kasie Bimas Islam, Ahmad Musa mengatakan bahwa sejak dicetuskan menjadi program nasional penanggulangan stunting menjadi konsen seluruh stakeholder. Pencegahan stunting tidak hanya menjadi tugas dan tanggung jawab petugas kesehatan tetapi juga semua pihak termasuk Kementerian Agama.

“Untuk itu Dinas Kesehatan  Kabupaten Magelang hari ini mengajak kerjasama Kementerian Agama untuk memfasilitasi adanya sosialisasi pencegahan stunting bagi para penyuluh Agama guna meningkatkan pengetahuan tentang stunting, penyebab dan dampaknya untuk disampaikan kepada masyarakat” terangnya.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Magelang, Muhamad Miftah mengatakan bahwa Penyuluh agama sebagai garda terdepan dalam memberikan penyuluhan di masyarakat harus ikut terlibat dalam upaya mengurangi angka stunting, khususnya di Kabupaten Magelang.  "Tugas penyuluh juga menyampaikan program-program pemerintah dalam Bahasa Agama, termasuk salah satu tugas mandatori dari Menteri Agama adalah pencegahan stunting".ungkapnya.

Kegiatan sosialisasi kali ini menghadirkan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) dari Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, Aji Bau selaku narasumber.

Dalam materinya, Aji mengatakan bahwa berdasar data yang ada , Kabupaten Magelang masih tergolong tinggi angka stuntingnya. Sedangkan dilihat dari penyebab stunting berdasarkan hasil audit kasus stunting rekomendasi dari tim pakar salah satunya adalah kurangnya protein hewani.

“jadi selain kurangnya protein hewani, penyebab stunting diantaranya termasuk faktor pola asuh, 4 T (Terlalu Muda,Terlalu Tua, Terlalu Banyak, Terlalu Dekat) dan yang berhubungan dengan kebiasan bapak-bapak yakni karena terpapar asap rokok” imbuhnya.

Selain sosialisasi tentang stunting, kegiatan tersebut juga diisi sosialisasi tentang Permenpan No.1 Tahun 2023 dan juga kiat-kiat menulis sesuai standar jurnalistik. (Njb)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar